Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Seks dalam media

Posted: November 24, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Henny E. Wirawan

Dosen Psikologi untar

mata kuliah ini membahas tentang ketimpangan seks dalam media

dimana perempuan kerap menjadi objek seksual di media dan sering dipandang lemah di masyarakat.

Tetapi seiring perkembangan jaman pria juga ikut mendapat tekanan untuk tampil sempurna sesuai dengan definisi dari media

Advertisements

Digital Photography

Posted: November 24, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Didit Aninditya (Didit Anindita Photography Class & Studio)

pertemuan kali ini membahas mengenai hal-hal basic tentang kamera digital seperti exposure dsbnya

materi yang dijelaskan sebagian besar sama dengan materi yang pernah saya dapatkan dari mata kuliah fotografi beberapa semester yang lalu, saya kurang mengerti mengapa topik ini yang diangkat.

Pembicara :Letjen TNI ( Marinir) Purn.H.Nono Sampono, S.Pi., M.Si (Badan SAR Nasional)

Kuliah umum tanggal3 November 2011.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai harta kekayaan alam yang sangat berlimpah. Namun, sangat disayangkan sekali kekayaan Indonesia ini tidak dipertahankan dengan maksimal. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus bangga akan kekayaan yang sangat berlimpah ini. tapi kenyataan terlihat tidak, bahkan sebagian dari mereka merusak hutan dengan menebang pohon sembarangan dan menangkap ikan dengan menggunakan bahan-bahan peledak yang akan membunuh kehidupan ikan-ikan kecil.

Hal ini juga diperparah oleh SDM di Indonesia khususnya para petinggi negara yang menyalahgunakan uang negara (koruptor). hal ini menjadikan bangsa Indonesia menjadi terpuruk , karena yang miskin menjadi makin miskin dan yang kaya makin kaya bahkan makmur. Kesadaran perlu diciptakan. Bangsa Indonesia harus bangkit dari keterpurukan dengan sadar betul dan tetap menjaga apa yang sudah menjadi milik kita. Kita harus menjadi bangsa yang besar , karena kita punya potensi untuk itu.

(Berita ini dapat diakses melalui http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1792966/nono-sampono-mulai-jaring-suara-pemilih-muda

Sumber

http://www.jakartapress.com/detail/read/6704/kubu-nono-sampono-mulai-lakukan-gerilya)

http://fikomuntar.blogspot.com/2011/11/pengembangan-potensi-maritim-indonesia.html

Saya dan sebagian blogger ( http://cresposuper.blogspot.com/2011/11/nono-sampono-mulai-gerilya-jaring-suara.html ) berpendapat (it’s just opinion)  bahwa terdapat upaya untuk berkampanye secara halus lewat mata kuliah ini , saya juga heran ketika googling “Nono Sampono” ternyata beliau merupakan calon untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta yang akan datang. Bagaimana mungkin Fikom yang mengajarkan mahasiswa untuk kritis dan mengajarkan mata kuliah yang menjelaskan tentang propagada, komunikasi massa (mata kuliah ini termask komunikasi massa juga yah) mengundang seseorang yang sedang berusaha untuk memiliki jabatan di pemerintahan. Untungnya yang menonton adalah mahasiswa bukan orang yang tidak berpendidikan. Mereka tentunya bisa membedakan hal2 yang bersifat kampanye dan yang bukan, dan tentunya tahu apa yang terbaik untuk negara ini untuk jangka panjang, walaupun ada kemungkinan pertemuan ini meninggalkan “kesan” ntah mendalam atau tidak di benak mereka…

Kuliah umum ini cukup menarik karena membicarakan dunia maritim Indonesia yang ironisnya tidak bisa memanfaatkan kekayaan lautnya secara maksimal dan malah sering diserobot negara lain…Permasalahan negara memiliki SDA yang kaya tetapi penduduk yang sebagian besar kurang mampu, yang akar permasalahan sebenarnya terjadi karena kurangnya pendidikan di Indonesia sehingga gampang dipengaruhi negara lain yang memiliki berbagai kepentingan di Indonesia

Pembicara : Widyatmoko Kukuh Sanyoto

1. From Regulated Press to Press Freedom: The Challenge of the Electronic Media to Freedom of Information;

2. TV in Transitition: The Role and Challenge of the Electronic Media in the Transition Period;

3. Several books on Spanish language

4. Many articles published for Latin American media

Education: Political Science Universidad El
Salvador, Buenos Aires, Argentina; Escuela Oficial de Idiomas Madrid; Analyst & System Design in Caracas, Venezuela.

“The Stone age did not end because of
lack of stones.

It ended because there was new and
better technology available.”
unknownAnd today’s new technologies has driven us into a NEW AGE…
dubbed…
….the New Wave

….and certainly it’s not because we have
ran out of water…(or is it?)…

saya setuju dengan beberapa pendapatnya bahwa kerja harus mengikuti kata hati dan apa yang diajarkan di kuliah sering berbeda dengan kenyataan di dunia kerja.

dibawakan oleh Paulus Widiyanto (Ketua Pansus UU Penyiaran 2002)

Anatomi Penyiaran terdiri dari :

1 . Lembaga/Konstitusi

2. Badan Usaha

3. University of Ownership

bahaya mempengaruhi massa dan memonopoli pemikiran massa (cross ownership)

Kepemilikan silang

3 Izin ?License

izi penyelenggaraan siaran

4. Teknologi/Infrastruktur

Satelit, kabelPublic Domain (Public asset)

TU (Inter Tele Union)

5. Konten (Isi Siaran)

6. Audiens/Khalayak, Time Waktu taste selera

7. Usaha Penyiaran/Bisnis Penyiaran Ikan (P. Broadcasting. PPV)

8. SDM ( Programmer, presenter)

9. Koda Etik, PPP, SPS)

10. Regulator (Pengatur Penyiaran) KPI, Menkoinfo

UU 36/99,

UU40/99 (PERFILMAN),

UU 33/2009

 

 

Media Massa & Budaya Massa

Posted: October 7, 2011 in Uncategorized

Media massa

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.

Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu
Jenis-jenis media massa

Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar). Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:

1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.

Media massa modern

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:

1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
5. Penerima yang menentukan waktu interaksi

Pengaruh media massa pada budaya

Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media cukup kompleks, dampak bisa dilihat dari:

1. skala kecil (individu) dan luas (masyarakat)
2. kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan tahun/ abad) dampak itu terjadi.

Pengaruh media bisa ditelusuri dari fungsi komunikasi massa, Harold Laswell pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model sederhana yang sering dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang, yaitu :

1. Siapa (who)
2. Pesannya apa (says what)
3. Saluran yang digunakan (in what channel)
4. Kepada siapa (to whom)
5. Apa dampaknya (with what effect)

Model ini adalah garis besar dari elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model tersebut, Laswell mengidentifikasi tiga dari keempat fungsi media.
Fungsi-fungsi media massa pada budaya

1. Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.
2. Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.
3. Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.
4. Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dan daftar fungsi. Pada model ini Charles Wright menambahkan fungsi hiburan. Wright juga membedakan antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).

Pengaruh media massa pada pribadi

Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan pemirsanya terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari [1]

* Pertama, media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau apakah ia telah memenuhi standar itu – dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.
* Kedua, penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi memengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya, atau mereka mulai menertawakan prilaku tokoh yang aneh dan hal-hal kecil yang terjadi pada tokoh tersebut.
* Ketiga, media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter, atau putri raja seperti tokoh Disney. Bagi pemirsa dewasa, proses pengidolaaan ini terjadi dengan lebih halus, mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih halus. Mungkin saat kita menyisir rambut kita dengan cara tertentu kita melihat diri kita mirip “gaya rambut lupus”, atau menggunakan kacamata a’la “Catatan si Boy”.
* Keempat, bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton atau pendengar, mereka juga menjadi “penentu”, dimana mereka menentukan arah media populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.

Penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mendukung pemirsanya menjadi lebih baik atau mengempiskan kepercayaan dirinya. Media bisa membuat pemirsanya merasa senang akan diri mereka, merasa cukup, atau merasa rendah dari yang lain .

Referensi

1.  (Inggris) Gamble, Teri and Michael. Communication works. Seventh edition.

Politik dan Hukum Indonesia

Posted: October 7, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Wartawan Kompas Tri Agung Kristanto

It’s really fun  when this person share his experiences as journalist for Kompas. I like his comedic side when tell us a lot stories without ended up make me bored.

He talked about politic in fun ways  when he told us about  O.C. Kaligis, Hotman Paris (the best things he shared their shocking private life [I’m not really surprised coz a lot of rumors bout them in internet and my friend who take majors in law already shared bout hotman before).

He told us if we can really live without politic, a lot of us maybe said I don’t have any interest with politic, but another funny fact you know a lot about celebrities rom infotainment and they have great connection with people who have great influence in this country). Indonesia is one of the most democratic country in the world. Our country were better than Malaysia, Singapore, even US ( after 9/11 tragedy) in field of Democracy (of course, xD). We can criticized our government freely compared to another our neighborhood countries.

As Kompas’ journalist were banned to accept any fund from outsource to keep their objective side when writing a news, he shared he has offered to be take a dinner and  entertained by an actress from famous lawyer in this country…I think the great things about Kompas that they always want to keep their journalism pride and ethics.