IKLAN KAMPANYE POLITIK

Posted: December 14, 2011 in Uncategorized

IKLAN POLITIK DAN KEGAGALAN PARPOL

Dr. Eko Harry Susanto (Pak Eko tidak bisa hadir, sehingg tulisan ini diambil dari blog beliau)

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Disampaikan dalam Diskusi Buku : Media dan Komunikasi Politik di Pusat Komunikasi Bisnis Univ. Mercu Buana, Jl. Menteng Raya Jakpus, 29 November 2011

Abstrak

Biaya iklan Pemilihan Umum tahun 2009 mencapai Rp 2,154 triliun. Meningkat sekitar 335 persen dibanding Pemilu 2004. Pada Pemilu 2004 total biaya iklan politik, di luar iklan pemerintah sekitar Rp 400 miliar. Dana untuk mempengaruhi pemilih, melalui iklan politik di media massa memang besar. Karena itu, membuahkan harapan, untuk meminimalisir kelompok non – partisipan atau golongan putih (golput), yang tidak menggunakan suaranya dalam pemilu. Namun ternyata dengan biaya tersebut, partai politik peserta Pemilu, hanya mampu memperoleh 121.504.481 suara sah, dari 176.367.056 pemilih terdaftar. Jumlah tersebut sudah termasuk pemilih yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk sebanyak 382.383 orang. Artinya, masyarakat yang sudah terdaftar, tetapi tidak menggunakan suaranya sekitar 49.212.158 (27,77 %). Jumlah ini terlampau besar, jika dikaitkan dengan hiruk pikuk komunikasi politik yang memberikan harapan kesejahteraan kepada masyarakat, sebagai calon konstituen.

Posted: December 11, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Tony Riyanto

translator indonesia to english, movie criticus

 

membahas tentang penggunana inggris yang penting dalam pekerjaan sebagai PR banyaknya orang yang kesulitan jika menerjemahakan bahasa indonesia ke inggris dibanding dengan inggris ke indonesia. Beliau banyak berbagi pengalamannya sebagai movie criticus dan pengalaman hidupnya selama bekerja

 

Road to perdition

 

Seks dalam media

Posted: November 24, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Henny E. Wirawan

Dosen Psikologi untar

mata kuliah ini membahas tentang ketimpangan seks dalam media

dimana perempuan kerap menjadi objek seksual di media dan sering dipandang lemah di masyarakat.

Tetapi seiring perkembangan jaman pria juga ikut mendapat tekanan untuk tampil sempurna sesuai dengan definisi dari media

Digital Photography

Posted: November 24, 2011 in Uncategorized

dibawakan oleh Didit Aninditya (Didit Anindita Photography Class & Studio)

pertemuan kali ini membahas mengenai hal-hal basic tentang kamera digital seperti exposure dsbnya

materi yang dijelaskan sebagian besar sama dengan materi yang pernah saya dapatkan dari mata kuliah fotografi beberapa semester yang lalu, saya kurang mengerti mengapa topik ini yang diangkat.

Pembicara :Letjen TNI ( Marinir) Purn.H.Nono Sampono, S.Pi., M.Si (Badan SAR Nasional)

Kuliah umum tanggal3 November 2011.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai harta kekayaan alam yang sangat berlimpah. Namun, sangat disayangkan sekali kekayaan Indonesia ini tidak dipertahankan dengan maksimal. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus bangga akan kekayaan yang sangat berlimpah ini. tapi kenyataan terlihat tidak, bahkan sebagian dari mereka merusak hutan dengan menebang pohon sembarangan dan menangkap ikan dengan menggunakan bahan-bahan peledak yang akan membunuh kehidupan ikan-ikan kecil.

Hal ini juga diperparah oleh SDM di Indonesia khususnya para petinggi negara yang menyalahgunakan uang negara (koruptor). hal ini menjadikan bangsa Indonesia menjadi terpuruk , karena yang miskin menjadi makin miskin dan yang kaya makin kaya bahkan makmur. Kesadaran perlu diciptakan. Bangsa Indonesia harus bangkit dari keterpurukan dengan sadar betul dan tetap menjaga apa yang sudah menjadi milik kita. Kita harus menjadi bangsa yang besar , karena kita punya potensi untuk itu.

(Berita ini dapat diakses melalui http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1792966/nono-sampono-mulai-jaring-suara-pemilih-muda

Sumber

http://www.jakartapress.com/detail/read/6704/kubu-nono-sampono-mulai-lakukan-gerilya)

http://fikomuntar.blogspot.com/2011/11/pengembangan-potensi-maritim-indonesia.html

Saya dan sebagian blogger ( http://cresposuper.blogspot.com/2011/11/nono-sampono-mulai-gerilya-jaring-suara.html ) berpendapat (it’s just opinion)  bahwa terdapat upaya untuk berkampanye secara halus lewat mata kuliah ini , saya juga heran ketika googling “Nono Sampono” ternyata beliau merupakan calon untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta yang akan datang. Bagaimana mungkin Fikom yang mengajarkan mahasiswa untuk kritis dan mengajarkan mata kuliah yang menjelaskan tentang propagada, komunikasi massa (mata kuliah ini termask komunikasi massa juga yah) mengundang seseorang yang sedang berusaha untuk memiliki jabatan di pemerintahan. Untungnya yang menonton adalah mahasiswa bukan orang yang tidak berpendidikan. Mereka tentunya bisa membedakan hal2 yang bersifat kampanye dan yang bukan, dan tentunya tahu apa yang terbaik untuk negara ini untuk jangka panjang, walaupun ada kemungkinan pertemuan ini meninggalkan “kesan” ntah mendalam atau tidak di benak mereka…

Kuliah umum ini cukup menarik karena membicarakan dunia maritim Indonesia yang ironisnya tidak bisa memanfaatkan kekayaan lautnya secara maksimal dan malah sering diserobot negara lain…Permasalahan negara memiliki SDA yang kaya tetapi penduduk yang sebagian besar kurang mampu, yang akar permasalahan sebenarnya terjadi karena kurangnya pendidikan di Indonesia sehingga gampang dipengaruhi negara lain yang memiliki berbagai kepentingan di Indonesia

Pembicara : Widyatmoko Kukuh Sanyoto

1. From Regulated Press to Press Freedom: The Challenge of the Electronic Media to Freedom of Information;

2. TV in Transitition: The Role and Challenge of the Electronic Media in the Transition Period;

3. Several books on Spanish language

4. Many articles published for Latin American media

Education: Political Science Universidad El
Salvador, Buenos Aires, Argentina; Escuela Oficial de Idiomas Madrid; Analyst & System Design in Caracas, Venezuela.

“The Stone age did not end because of
lack of stones.

It ended because there was new and
better technology available.”
unknownAnd today’s new technologies has driven us into a NEW AGE…
dubbed…
….the New Wave

….and certainly it’s not because we have
ran out of water…(or is it?)…

saya setuju dengan beberapa pendapatnya bahwa kerja harus mengikuti kata hati dan apa yang diajarkan di kuliah sering berbeda dengan kenyataan di dunia kerja.

dibawakan oleh Paulus Widiyanto (Ketua Pansus UU Penyiaran 2002)

Anatomi Penyiaran terdiri dari :

1 . Lembaga/Konstitusi

2. Badan Usaha

3. University of Ownership

bahaya mempengaruhi massa dan memonopoli pemikiran massa (cross ownership)

Kepemilikan silang

3 Izin ?License

izi penyelenggaraan siaran

4. Teknologi/Infrastruktur

Satelit, kabelPublic Domain (Public asset)

TU (Inter Tele Union)

5. Konten (Isi Siaran)

6. Audiens/Khalayak, Time Waktu taste selera

7. Usaha Penyiaran/Bisnis Penyiaran Ikan (P. Broadcasting. PPV)

8. SDM ( Programmer, presenter)

9. Koda Etik, PPP, SPS)

10. Regulator (Pengatur Penyiaran) KPI, Menkoinfo

UU 36/99,

UU40/99 (PERFILMAN),

UU 33/2009